Kamis, 18 Juni 2015


Bagian Pertama:
Salah satu hal yang menjadi perdebatan hangat antara ummat Islam dan Kristen adalah tentang nubuat nabi besar Muhammad saw dalam Al-Kitab. Ummat Islam berdasarkan pemahamannya tentang Al-Kitab mengatakan bahwa nubuat itu memang ada. Tapi Kristen berdasarkan pemahamannya juga mencoba memberi bantahan. Disini saya akan mengulas kembali tema ini walau sudah sering dibahas dengan memberi pemahaman yang benar berdasarkan bukti-bukti teks tertulis dari Al-Kitab. Ada banyak ayat yang ditemukan dalam Al-Kitab yang dapat dipahami sebagai nubuat untuk nabi besar Muhammad saw. Insya Allah akan saya bahas dalam artikel ini.
Ulangan 18:18 adalah salah satunya. Saya menemukan satu situs di internet yang di informasikan oleh seorang teman di forum saya, Forum Komunikasi Lintas Agama dan Kepercayaan (FKLAK). Dia memberikan satu link yang dapat saya rujuk untuk membantah arguman saya katanya. Link milik Kristen yang dikenal dengan SarapanPagi Biblika itu memberi bantahan tentang Ulangan 18:18 tersebut. Mereka berpendapat nubuat itu bukan untuk nabi besar Muhammad melainkan meramalkan tentang Yesus. Saya akan meluruskannya kembali.
Konteks ayat Ulangan 18:18 adalah: Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
Ayat tersebut adalah kata-kata Allah kepada nabi Musa yang diingatkan kembali oleh Musa as kepada kaumnya, bangsa Israel. Pada ayat itu Allah berbicara kepada Musa, membicarakan kaumnya. Saya akan memberikan pemahaman yang benar dengan memberikan lima poin dari ayat tersebut yang menjadi pokok pembahasan utama.
1.        Seorang nabi akan Kubangkitkan
2.        Bagi mereka
3.        Dari antara saudara mereka
4.        Seperti engkau ini
5.        Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya
Tugas kita sekarang menguji kelima poin itu, apakah mengarah ke nabi besar Muhammad atau Yesus Kristus.
1.        Seorang nabi akan Kubangkitkan
Allah berjanji kepada Musa bahwa Dia akan membangkitkan seorang Nabi. Apakah Muhammad nabi...? Ya, berarti poin pertama cocok ditujukan kepada nabi Muhammad. Apakah Yesus juga nabi...? Beberapa orang Kristen menolak pernyataan ini. Pendeta Yohanes Tampubolon dalam debat Islam Kristen dengan tema "Siapakah Yesus,Tuhan atau Nabi" tidak setuju Yesus disebut nabi. Dia bahkan menantang pihak muslim menunjukkan ayat dalam Al-Kitab yang menyatakan Yesus nabi. Setelah ditunjukkan, dia justru mengatakan itu hanya tafsiran ayat. Padahal yang ditunjukkan pihak muslim adalah teks ayatnya langsung. Buat mereka, Yesus adalah Tuhan dan bukan nabi. Jika kita mengarahkan nubuat ini kepada Yesus, maka Yesus harus menjadi nabi bukan Tuhan.
Ada sebagian orang Kristen menganggap Nabi adalah salah satu gelar untuk Yesus, seperti yang disebutkan pada link Sarapan Pagi Biblika. Mereka menunjukkan beberapa pernyataan Al-Kitab yang menyebutkan Yesus seorang nabi. Seperti dalam Matius 21:11, Lukas 13:33, Lukas 7:16 dan Yohanes 7:40. Kita orang muslim tidak membutuhkan ayat-ayat ini untuk membuktikan Yesus nabi. Tanpa Al-Kitab pun kita sudah percaya seratus persen. Kelompok Kristen kedua ini menganggap Yesus sebagai nabi juga sebagai Tuhan. Untuk nabi tentu kita tidak keberatan. Yesus sendiri juga mengakuinya, seperti dalam Markus 6:4 dan Lukas 13:33. Sebagai nabi, Yesus mengakui dirinya sendiri. Namun sebagai Tuhan, dia tidak pernah menyatakan diri.
Jika semua orang Kristen sepakat mengatakan Yesus nabi, maka poin pertama terselesaikan. Jika demikian, maka orang Kristen harus berhenti menyembah Yesus. Sebab tidak mungkin Yesus turun pangkat dari Tuhan menjadi nabi, atau naik pangkat dari nabi menjadi Tuhan. Pernyataan Yesus nabi dan juga Tuhan adalah pernyataan yang berlawanan dengan logika sehat manusia. Tidak masuk akal Tuhan mengutus dirinya sendiri menjadi seorang nabi. Jika Yesus nabi maka dia harus menjadi nabi yang utuh, jika dia Tuhan maka juga harus menjadi Tuhan yang utuh.
2.        Bagi mereka
Mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah kaum Israel. Apakah nabi besar Muhammad saw diutus untuk kaum Israel...? Al-Qur'an dalam surat Al-Anbiya' 21:107 menyatakan bahwa nabi Muhammad diutus untuk semua ummat manusia. Termasuk kaum Israel, tanpa terkecuali. Jadi poin kedua terpenuhi. Apakah Yesus juga untuk orang Israel. Ya, benar. Dalam Injil Matius 10:5-6 menyatakan "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Poin kedua untuk Yesus terpenuhi.
3.        Dari antara saudara mereka.
Mereka dalam ayat ini juga kaum Israel, sudara mereka berarti saudara bangsa Israel. Jadi nabi yang akan diutus oleh Allah itu adalah dari saudaranya kaum Israel. Pada poin ini Yesus harus mundur karena dia orang Israel, bukan saudaranya kaum Israel. Situs Sarapan Pagi Biblika mencoba memasukkan Yesus dalam poin ini. Mereka menguji ayat lain dalam kitab Ulangan Bab 18 ini yaitu ayat 15. "Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan"
Pada ayat ini Sarapan Pagi Biblika berkomentar, "Musa berasal dari suku Lewi, "saudara-saudaranya" yang sedang kerja paksa itu adalah bangsa Israel, bukan hanya dari suku Lewi saja. Ayat di bawah ini lebih tegas lagi bahwa "saudara-saudara" Musa adalah seluruh bangsa Israel........"
Saya melihat Sarapan Pagi Biblika salah dalam memahami ayat tersebut. Mereka menganggap kata "kamu atau mu" pada "saudara-saudaramu" di ayat diatas ditujukan untuk Musa. Sehingga dapat dimaknai ayat tersebut dengan saudara-saudara Musa. Saudara-saudara Musa adalah seluruh bangsa Israel dengan demikian maka dapat dipahami nabi yang diutus itu dari bangsa Israel.
Salah pemahaman tentu akan dapat merobah makna. Kata "kamu atau mu" pada ayat diatas bukan kepada Musa, tapi bangsa Israel. Yang bicara dalam ayat itu adalah Musa dan bicara dengan bangsa Israel. Musa berkata "saudara-saudaramu" kepada bangsa Israel, artinya saudara-saudara bangsa Israel. Tidak mungkin Musa berkata kamu pada dirinya sendiri. Kata "kamu atau mu" dalam bahasa Ibrani pada ayat tersebut ditulis dalam bentuk tunggal. Apabila kita lihat pada Ulangan 1:1, Musa sebenarnya tidak bicara pada satu orang Israel, tapi seluruh orang Israel yang ada di seberang sungai Yordan. Jadi kata "kamu atau mu" pada ayat tersebut seharusnya ditulis dalam bentuk jama'. Saya melihat disini terdapat kesalahan tata bahasa. Pada ayat 18 juga diperjelas dengan "saudara-saudara mereka" bukan "saudara-saudaranya (dalam bentuk tunggal)".
Kesimpulannya, nabi itu bukan dari orang Israel melainkan dari saudaranya orang Israel. Siapakah saudara bangsa Israel.....? Kita tau dalam sejarah Al-Kitab, Ismael adalah anak Abraham dari istrinya Hagar (Kejadian 16:1-11). Dan Ishak juga anaknya dari istrinya Sara (Kejadian 21:2). Keturunan Ismael adalah bangsa Arab dan keturunan Ishak adalah bangsa Israel. Arab dan Israel adalah bersaudara. Nabi Besar Muhammad saw adalah bangsa Arab keturunan Ismael yang berarti sudaranya bangsa Israel. Pada poin ketiga ini nabi Muhammad masih lolos sedang Yesus harus mundur.
Pada situs Sarapan Pagi Biblika dikatakan bahwa nabi Muhammad belum terbukti keturunan Ismael. Itu kata mereka. Sumber-sumber sejarah terpercaya dalam Islam jelas mengatakan bahwa silsilah keturunan nabi bersambung sampai pada Ismail dan Ibrahim. Dalam debat yang feer orang Kristen seharusnya menerima sumber-sumber hukum Islam sebagai rujukan bagi ummat Islam. Sebab ummat Islam juga menerima Al-Kitab sebagai sumber rujukan bagi orang Kristen. Jika ummat Kristen bilang sumber Islam tidak otentik, Islam juga bisa katakan Al-Kitab tidak otentik. Dalam dialog yang feer masing-masing agama harus menerima sumber rujukan agama lain untuk mereka.
Pada situs itu juga mereka mengatakan Ismael bukan saudara Israel tapi pamannya. Islam tidak pernah mengatakan Israel (nabi Ya'kub as) bersaudara dengan Ismael, yang Islam katakan keturunan Ismael (bangsa Arab) bersaudara dengan keturunan Ishak (bangsa Israel). Nabi Ya'kub (kakeknya bangsa Israel) adalah keturunan Ishak dan bangsa Arab adalah keturunan Ismael. Ishak dan Ismael saudara seayah, itu artinya keturunan mereka adalah saudara sepupu. Adek ayah saya adalah paman saya, tapi anak paman saya itu adalah saudara sepupu saya. Demikianlah Arab dengan Israel.
Mereka juga bilang bangsa Edom, keturunannya Esau juga tidak disebut sebagai saudaranya Israel. Bagaimana bisa...? Israel dan Esau adalah saudara kansung, memiliki ayah yang sama. Otomatis keturunan mereka adalah saudara dekat. Saya rasa Sarapan Pagi Biblika tidak mengerti defenisi saudara.
4.        Seperti engkau ini
Artinya nabi itu seperti Musa. Berapa persamaan Musa dengan Yesus dan berapa perbedaan Musa dengan Muhammad...? Atau sebaliknya berapa persamaan Musa dengan Muhammad dan berapa perbedaannya dengan Yesus...? Inilah ujian pada poin keempat ini.
Persamaan Musa dengan Yesus adalah mereka sama-sama orang Israel sedang Muhammad bukan orang Israel. Hanya itukah...? Mungkin yang lain adalah, Musa pada saat kelahirannya terancam dibunuh demikian juga Yesus sedang Muhammad tidak. Hanya yang dua itu...?. Jika ada yang ketiga berarti Musa dan Yesus sama-sama Nabi tapi dalam poin ini Muhammad juga seorang nabi. Sekarang kita simak apa persamaan Musa dengan Muhammad dan apa pula perbedaannya dengan Yesus.
  • Musa dan Muhammad sama-sama lahir normal melalui pembuahan biologis sedangkan Yesus dengan mukjizat.
  • Musa dan Muhammad punya ayah dan Ibu dengan lengkap sedang Yesus hanya punya Ibu ayah tidak ada.
  • Musa dan Muhammad melakukan perkawinan dan punya anak sedangkan Yesus tidak kawin.
  • Musa dan Muhammad setelah melakukan perjuangan besar akhirnya dapat diterima oleh kaumnya sedangkan Yesus menurut Yohanes 1:11 tidak diterima oleh kaumnya (orang-orang Yahudi) bahkan sampai saat ini mereka masih menolak dia.
  • Musa dan Muhammad menjadi nabi dan Raja di bumi ini sedangkan Yesus kerajaannya bukan di dunia (Yohanes 18:36).
  • Musa dan Muhammad membawa hukum baru bagi kaumnya sedangkan Yesus tidak Matius 5:17-18.
  • Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar sedangkan Yesus menurut orang Kristen mati disalib.
  • Musa dan Muhammad dikubur di bumi setelah meninggal sedangkan Yesus menurut orang Kristen beristirahat di sorga.
5.        Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya
Muhammad saw adalah nabi yang Ummy, tidak bisa menulis dan membaca. Ketika saya mengajarkan sebuah ayat pada orang yang buta huruf, maka saya akan mendiktekan ayat itu kepadanya. Saya tidak akan menyuruh dia menulis dan menghafalnya karena saya tau dia tidak bisa menulis dan membaca. Saya mendiktekan ayat itu dan dia ulangi berkali-kali sampai dia hafal dan dapat mengucapkan ayat itu dengan mulutnya tanpa berfikir. Inilah yang dimaksud dengan meletakkan kata-kata pada mulut. Demikianlah nabi Muhammad. Beliau tidak bisa tulis baca. Jadi kata-kata Allah itu didiktekan pada Beliau sampai beliau hafal. Sedangkan Yesus tidak demikian.
Jadi kesimpulannya Ulangan 18:18 adalah nubuat yang tak terbantahkan untuk nabi besar Muhammad saw.


2 komentar:

  1. Semoga saudara-saudara kita dari Nashrani dapat menyadarinya...

    BalasHapus
  2. Emangnya Muhammad orang Yahudi? Musa jelas orang Yahudi dan nabi yg dimaksudkan dlm kitab ulangan jelas akan berasal dari bangsa Yahudi yaitu dari keturunan Ishak - Yakub (Israel). Jadi, teman2 Muslim yg budiman jangan buru-buru menarik kesimpulan dulu. Silahkan tabayyun lagi.

    BalasHapus

BTemplates.com

Unordered List

Popular Posts